<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768</id><updated>2012-02-16T06:07:26.064-08:00</updated><title type='text'>gila gilaan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-2860612884365729555</id><published>2010-05-19T07:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T08:02:24.216-07:00</updated><title type='text'>tak kan ada gantinya......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_P8q0OINzI/AAAAAAAAABE/brzarpsNHrg/s1600/kasih-sayang-ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_P8q0OINzI/AAAAAAAAABE/brzarpsNHrg/s320/kasih-sayang-ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472995784687892274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor&lt;br /&gt;senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini&lt;br /&gt;betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya&lt;br /&gt;kalau tidak ada keperluan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan&lt;br /&gt;pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur,&lt;br /&gt;cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada&lt;br /&gt;anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.&lt;br /&gt;Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh&lt;br /&gt;sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil.&lt;br /&gt;Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran&lt;br /&gt;usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan.&lt;br /&gt;Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I LOVE U MOM , 4EVER...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-2860612884365729555?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/2860612884365729555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=2860612884365729555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2860612884365729555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2860612884365729555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2010/05/tak-kan-ada-gantinya.html' title='tak kan ada gantinya......'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_P8q0OINzI/AAAAAAAAABE/brzarpsNHrg/s72-c/kasih-sayang-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-9166817407871761107</id><published>2010-05-18T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T09:02:45.940-07:00</updated><title type='text'>IBU..MAAFKAN AKU....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_K5_VSagZI/AAAAAAAAAA8/m33ezD4gEhU/s1600/menangis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_K5_VSagZI/AAAAAAAAAA8/m33ezD4gEhU/s320/menangis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472640994905850258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu. &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi sepeda motornya. Sebagai balasannya, kau pakai motornya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon non stop semalaman.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus di hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh di pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-2102"&gt;&lt;/span&gt;Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Darimana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah, Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang di rumah anak-anaknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam hatimu bagaikan palu godam!&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Jika beliau masih ada, jangan lupa memberikan kasih sayangmu, lebih dari yang pernah kau berikan selama ini. Dan jika beliau telah tiada, ingatlah kasing sayang dan cintanya yang tulus tanpa syarat kepadamu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Source : Motivasi Net)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;terinspirasi dari seseorang yang sedang rindu dengan ibunya yang berada jauh dari dia....hope it will help u sist.....^_^&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-9166817407871761107?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/9166817407871761107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=9166817407871761107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/9166817407871761107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/9166817407871761107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2010/05/ibumaafkan-aku.html' title='IBU..MAAFKAN AKU....'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ctf0G-1BUUs/S_K5_VSagZI/AAAAAAAAAA8/m33ezD4gEhU/s72-c/menangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-2676791278699306077</id><published>2008-05-28T07:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T07:05:13.949-07:00</updated><title type='text'>tangisan ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1mh1xDNNI/AAAAAAAAAAk/lENqRekokBc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1mh1xDNNI/AAAAAAAAAAk/lENqRekokBc/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205429475864687826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ibunda, Kenapa Engkau Menangis?&lt;br /&gt;                                             &lt;br /&gt;                                                     &lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada&lt;br /&gt;ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,&lt;br /&gt;Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si&lt;br /&gt;anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.&lt;br /&gt;"Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu&lt;br /&gt;menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"&lt;br /&gt;Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada&lt;br /&gt;alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.&lt;br /&gt;Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap&lt;br /&gt;bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"&lt;br /&gt;Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.&lt;br /&gt;Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia&lt;br /&gt;dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan&lt;br /&gt;lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan&lt;br /&gt;mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula,&lt;br /&gt;ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan,&lt;br /&gt;pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya,&lt;br /&gt;walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk&lt;br /&gt;mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam&lt;br /&gt;situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai&lt;br /&gt;perasaannya, melukai hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada&lt;br /&gt;bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah&lt;br /&gt;yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut&lt;br /&gt;olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui&lt;br /&gt;masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab,&lt;br /&gt;bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan&lt;br /&gt;jantung agar tak terkoyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk&lt;br /&gt;memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik&lt;br /&gt;adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali&lt;br /&gt;pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang&lt;br /&gt;diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling&lt;br /&gt;melengkapi, dan saling menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan&lt;br /&gt;perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar&lt;br /&gt;dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan&lt;br /&gt;yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah&lt;br /&gt;air mata kehidupan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih&lt;br /&gt;hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-2676791278699306077?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/2676791278699306077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=2676791278699306077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2676791278699306077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2676791278699306077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2008/05/tangisan-ibu.html' title='tangisan ibu'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1mh1xDNNI/AAAAAAAAAAk/lENqRekokBc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-8700668579810368585</id><published>2008-05-28T06:41:00.001-07:00</published><updated>2008-05-28T06:55:01.766-07:00</updated><title type='text'>ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1kIFxDNMI/AAAAAAAAAAc/dzovwVhbxo0/s1600-h/patung-ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1kIFxDNMI/AAAAAAAAAAc/dzovwVhbxo0/s320/patung-ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205426834459800770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Kasih Sayang Seorang Ibu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;                                                &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;                                                        &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;tanpa peduli kepentingannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;semalaman.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;hingga pagi.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kau minta diturunkan jauh daripintu gerbang agar kau tidak &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;malu di depan teman-temanmu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;seharian ini?". Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;amat sih, ingin tahu urusan orang!"&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kapan kau bisa ke Bali.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;temanmu betapa jeleknya furniture itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kau mengeluh,"Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;dari 500 km.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlu-&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;kan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;TANPA SYARAT KEPADAMU. (submitted by maya.diana@s...)&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;                                                    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-8700668579810368585?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/8700668579810368585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=8700668579810368585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/8700668579810368585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/8700668579810368585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2008/05/ibu.html' title='ibu'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1kIFxDNMI/AAAAAAAAAAc/dzovwVhbxo0/s72-c/patung-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-2374853137737724935</id><published>2008-05-28T06:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:26:12.230-07:00</updated><title type='text'>bayi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1dElxDNLI/AAAAAAAAAAU/VelSc-I_g9A/s1600-h/bayi+pesong+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1dElxDNLI/AAAAAAAAAAU/VelSc-I_g9A/s320/bayi+pesong+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205419077748864178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; baby face...! mukanya pada kayak bayi semua...!(bayi buaya)!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-2374853137737724935?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/2374853137737724935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=2374853137737724935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2374853137737724935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/2374853137737724935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2008/05/bayi.html' title='bayi'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1dElxDNLI/AAAAAAAAAAU/VelSc-I_g9A/s72-c/bayi+pesong+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8748234831360772768.post-3984493490519724479</id><published>2008-05-28T06:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:16:03.612-07:00</updated><title type='text'>anak2 kampusku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1aUFxDNKI/AAAAAAAAAAM/LQOh0M-LCsE/s1600-h/New+cold+play+coldplay-top+copy.jpg2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1aUFxDNKI/AAAAAAAAAAM/LQOh0M-LCsE/s320/New+cold+play+coldplay-top+copy.jpg2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205416045501953186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ni foto ama teman-teman kampusku..! keren ya....! kesenangan kita tu kalo udah ngumpul makan indomie bareng...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8748234831360772768-3984493490519724479?l=safwan-gilaaja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/feeds/3984493490519724479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8748234831360772768&amp;postID=3984493490519724479' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/3984493490519724479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8748234831360772768/posts/default/3984493490519724479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://safwan-gilaaja.blogspot.com/2008/05/anak2-kampusku.html' title='anak2 kampusku'/><author><name>gilaaja</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06607531750023262577</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ctf0G-1BUUs/SD1aUFxDNKI/AAAAAAAAAAM/LQOh0M-LCsE/s72-c/New+cold+play+coldplay-top+copy.jpg2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
